Skip to main content

Seperti Puisi


Seperti Puisi
(Acep Zamzam Noor)


Seperti puisi dulu aku mengenalmu
Dekat danau tenang, dekat rumput ilalang
Matahari menyalakan kita
Dalam kobaran rindu..

Seperti puisi aku menyentuhmu dengan jemari embun
Seperti puisi aku memandikanmu dalam pagi yang menggenang
Betapa panjang jika harus kucatat dalam kalimat
Atau kunyanyikan dalam balada

Seperti puisi gairah ini kupadatkan, rindu ini kukentalkan
Tahun-tahun kuringkas, abad-abad kusingkat, Negeri-negeri kulebur, kekuasan-kekuasaan kusulap menjadi sekedar kesunyian
Seperti dulu aku mengenalmu dekat danau tenang dekat rumput ilalang
Seperti puisi yang datang dan menghilang...

Jika kukenangkan sebuah pulau, laut, langit, alangkah jauhnya kita
Aku telah menemukanmu dari dunia lain
Tapi kau tak kunjung menjumpaiku di lagu-lagu, di ayat-ayat suci, dibaris-baris puisi
Padahal aku dekat sekali denganmu, bicara pada hatimu dan menjadi pakaian tidurmu
Padahal aku sering menuntunmu ke sebuah pulau, bercerita tentang laut dan langit biru.

Comments

Popular posts from this blog

Keluarga Saehu

saehu + angga dewi = "azka achmad aufa"

When We Are Mature and Wise

I realize, it must be over   The addiction that never understands   Deep inside my heart   Even I never knew that about you... Maybe, when we are mature and wise,   Everything will be understandable.   And when they ask me,   I just smile and say,   "She is my friend..." It’s a feeling or craziness   That made our bond intertwine,   Because you are already with him,   But it happened... Maybe, when we are mature and wise,   Everything will be comprehensible.   And when they ask you…   Just remember that,   I’m your friend... (by : S a e h u, 2000)